PERAN DAN TUGAS SMA ZONASI

PERAN DAN TUGAS SMA ZONASI

(SMA ZONASI)

SMA Zonasi adalah SMA yang memenuhi SNP dan melaksanakan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), mengembangkan praktik baik dalam peningkatan mutu berkelanjutan, melakukan inovasi dan berprestasi baik akademik maupun non akademik, serta melaksanakan program kebijakan pendidikan yang layak diimbaskan ke SMA lain di zonanya.

Berikut peran dan tugas SMA Zonasi (SMA Zonasi)

  1. Mengumpulkan data dan informasi kondisi sekolah dan lingkungan eksternal;
  2. Melakukan analisis konteks yang meliputi analisis SNP (diutamakan pada SKL, SI, Standar Proses, dan Standar Penilaian) dan analisis lingkungan eksternal;
  3. Menyusun program kerja 1 tahun pelaksanaan SMA Zonasi;
  4. Menetapkan target pencapaian per tahun selama tiga tahun;
  5. Berkoordinasi dengan Direktorat Pembinaan SMA dan Dinas Pendidikan Provinsi dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan proses dan hasil program kerja;
  6. menyusun rencana penggunaan dana bantuan pemerintah, menandatangani MoU, dan menerima dana bantuan pemerintah dari Direktorat Pembinaan SMA;
  7. Melaksanakan program kerja yang telah disepakati;
  8. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan dan penggunaan dana bantuan pemerintah sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
  9. Melaporkan proses dan hasil pelaksanaan program kerja dan keuangan bantuan pemerintah SMA Zonasi kepada Direktorat Pembinaan SMA, dengan tembusan kepada Dinas Pendidikan Provinsi.

(Sumber: Program 2019 Subdit Kurikulum Bimtek Region Jakarta SMA Zonasi, 12-15 Juni 2019)

 

M. Sulaiman

Sekolah ZONASI

APA ITU SMA ZONASI

SMA Zonasi adalah SMA yang memenuhi SNP dan melaksanakan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), mengembangkan praktik baik dalam peningkatan mutu berkelanjutan, melakukan inovasi dan berprestasi baik akademik maupun non akademik, serta melaksanakan program kebijakan pendidikan yang layak diimbaskan ke SMA lain di zonanya.

– Sekolah Zonasi memiliki kemampuan dan kemauan untuk menjadi pengimbas SMA lain di zonanya

– Sekolah Zonasi merupakan sekolah rintisan bersama amtara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi dan Kemeterian Pendidikan dan Kebudayaan

– Sekolah Zonasi adalah sekolah yang memenuhi SNP dan Pengembangan program keunggulan sesuai dengan potensi sekolah dan kebutuhan masyarakat

Kriteria Sekolah Zonasi

  1. SMA negeri atau swasta terakreditasi A atau terakreditasi tertinggi di zona setempat, atau SMA Model binaan LPMP yang berkinerja baik;
  2. Memiliki praktik-praktik baik dan inovasi pendidikan yang layak diimbaskan ke SMA lain untuk peningkatan mutu;
  3. Memiliki prestasi akademik/nonakademik
  4. Memiliki program unggulan dalam rangka peningkatan mutu sekolah;
  5. Mampu dan bersedia memberikan pengimbasan kebijakan terbaru, praktik-praktik baik dan inovasi pendidikan dalam pembelajaran dan penilaian yang diimbaskan kepada SMA lain di zonanya.

(Sumber: Program 2019 Subdit Kurikulum Bimtek Region Jakarta SMA Zonasi, 12-15 Juni 2019)

Program Unggulan SMA Zonasi (Pilihan, sesuai dengan keunggulan Sekolah)

  1. Pembinaan Prestasi Akademis
  2. Implementasi Pembelajaran Berbasis STEAM
  3. Gerakan Kesadaran Lingkungan
  4. Diversifikasi Kurikulum, penguatan pendidikan karakter, literasi
  5. Pengembangan web sekolah
  6. Keunggulan lain

 

– – admin —

M. Sulaiman

SMA Negeri 3 Pasuruan ditunjuk sebagai pelaksana UNP 2019 Kota Pasuruan

SMA NEGERI 3 PASURUAN DITUNJUK SEBAGAI PELAKSANA UJIAN NASIONAL PERBAIKAN (UNP) 2019


 

 Setelah dikagetkan dengan program sekolah ZONASI, tidak berselang mendapat tugas menjadi sekolah pelaksana Ujian Nasional Perbaikan (UNP) 2019 untuk wilayah kota Pasuruan. Siap atau tidak siap harus dilaksanakan itulah jawaban wajibnya …

Bagi SMA Negeri 3 Pasuruan, inilah momentum untuk menunjukkan kepada masyarakat sekitar bahwa SMA Negeri 3 Pasuruan sekarang  sudah mulai diperhitungkan kualitasnya,  dan tentunya bukan lagi menjadi sekolah alternative, Melainkan sekolah yang layak untuk dipilih untuk mengembangkan diri dijenjang menengah atas

Ujian Nasilah Perbaikan atau yang disingkat UNP

Kenapa jenjang SMA/K sederajat ada UNP? Jawabannya ialah hasil Ujian Nasional (UN) akan menjadi peranti untuk masuk ke PTN ataupun sekolah tinggi lainnya. Biasanya, untuk jalur masuk PTN atau sekolah tinggi lainnya, nilai UN menjadi salah satu pertimbangan untuk diterima.

Di PTN, nilai UN itu akan mempengaruhi persentase penerimaan di Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Sedangkan, sekolah tinggi lainnya, seperti Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK) dan seleksi penerimaan polisi ataupun militer, ada sistem seleksi tersendiri yang menggunakan nilai UN sebagai acuan penerimaannya.

Nantinya, ketika mendaftarkan diri ke PTN atau sekolah tinggi lainnya, kamu harus melampirkan Sertifikat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) dan SKHUNP berbarengan. Keduanya menjadi acuan dan pertimbangan pihak PTN ataupun sekolah tinggi untuk menerimamu masuk ke instansi mereka.

Oleh sebab itu, UNP diperlukan untuk memoles nilai-nilai yang kurang memuaskan di UN. Dengan begitu, kesempatan kamu untuk diterima di PTN atau sekolah tinggi lainnya lebih besar.

Tentang Ujian Nasional Perbaikan (UNP)

UNP Hanya Untuk Jenjang SMA/K Sederajat

Pasti di antara Siswa yang duduk di bangku SMP sempat bertanya-tanya, apakah jenjang SMP juga akan diadakan UNP? Nah, jawabannya adalah tidak. Sebab, bila hasil UN SMP akan menjadi data bagi sekolah mu di SMA nanti.

Data tersebut akan digunakan pihak sekolah SMA sebagai ancangan peta kemampuan akademikmu selama SMA. Nah, tugasmu nanti ketika SMA ialah memperbaiki kelemahan itu.

Kenapa jenjang SMA/K sederajat ada UNP? Jawabannya ialah hasil Ujian Nasional (UN) akan menjadi peranti untuk masuk ke PTN ataupun sekolah tinggi lainnya. Biasanya, untuk jalur masuk PTN atau sekolah tinggi lainnya, nilai UN menjadi salah satu pertimbangan untuk diterima.

Di PTN, nilai UN itu akan mempengaruhi persentase penerimaan di Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Sedangkan, sekolah tinggi lainnya, seperti Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK) dan seleksi penerimaan polisi ataupun militer, ada sistem seleksi tersendiri yang menggunakan nilai UN sebagai acuan penerimaannya.

Nantinya, ketika mendaftarkan diri ke PTN atau sekolah tinggi lainnya, kamu harus melampirkan Sertifikat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) dan SKHUNP berbarengan. Keduanya menjadi acuan dan pertimbangan pihak PTN ataupun sekolah tinggi untuk menerimamu masuk ke instansi mereka.

Oleh sebab itu, UNP diperlukan untuk memoles nilai-nilai yang kurang memuaskan di UN. Dengan begitu, kesempatan kamu untuk diterima di PTN atau sekolah tinggi lainnya lebih besar.

Bobot Soal UNP Sama Seperti UN

Kalau ada yang bilang sama kamu UNP lebih mudah dari UN jangan langsung percaya ya  Sebab, kalau kamu percaya begitu saja, maka persiapan kamu mengikuti UNP akan kurang maksimal.

Asal tahu saja ya, bobot soal UNP sama seperti UN. Sebab, hasil UNP akan digunakan pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) untuk memperbaiki sistem pendidikan di tahun berikutnya.

Jadi, di tahun berikutnya, sistem pendidikan nasional akan mendapat acuan data untuk melakukan beberapa inovasi dan perubahan berdasarkan hasil UN dan UNP. Untuk itu,so jangan lengah dan tetap fokus ya dalam mempersiapkan diri untuk UNP.

Informasi Seputar UNP SMA 2019

Informasi Ujian Nasional Perbaikan 2019

Peserta yang berhak mengikuti Ujian Nasional untuk Perbaikan tahun 2019 adalah:

  1. Peserta UN jenjang SMA/MA, SMK/MAK sederajat dan program Paket C/Ulya Tahun Pelajaran 2018/2019 yang telah terdaftar sebagai peserta ujian, namun belum mengikuti UN pada bulan Maret atau April 2019 karena alasan tertentu dan disertai bukti yang sah;
  2. Peserta UN Tahun Pelajaran 2017/2018 atau 2018/2019 pada jenjang SMA/MA, SMK/MAK sederajat dan program Paket C/Ulya yang belum memenuhi kriteria pencapaian kompetensi lulusan yang ditetapkan (nilai UN kurang dari atau sama dengan 55,0); atau
  3. Peserta UN yang sudah memenuhi kriteria pencapaian kompetensi lulusan dapat mengikuti UN untuk perbaikan dengan syarat calon peserta harus memberikan bukti yang sah (berupa surat keterangan dari lembaga yang bersangkutan atau pernyataan resmi yang dimuat dalam laman, brosur atau bentuk lain yang sejenis) dari pengguna yang mensyaratkan capaian nilai dengan kriteria tertentu.

Peserta SMA/MA, SMK/MAK sederajat, atau Paket C/Ulya yang akan memperbaiki nilai UN, wajib memiliki:

  1. Ijazah/ ijazah sementara/surat keterangan lulus;
  2. Sertifikat  Hasil  Ujian  Nasional  (SHUN)/SHUN sementara;
  3. Pas foto ukuran 3×4; dan
  4. Materai Rp 6000,-

Peserta UN SMA/MA, SMK/MAK sederajat dan Paket C/Ulya Tahun 2018/2019 yang sudah terdaftar dalam DNT tetapi belum mengikuti UN cukup melengkapi syarat-syarat sebagai berikut:

  1. Surat keterangan dari sekolah
  2. Pas foto ukuran 3×4 dan
  3. Materai Rp. 6000;

Moda pelaksanaan UN untuk Perbaikan adalah dengan UN Berbasis Komputer (UNBK). Pendaftaran calon perserta UN untuk Perbaikan dilaksanakan pada tanggal 1 – 13 Juli 2019.

Pelaksanaan UN untuk Perbaikan dilaksanakan pada tanggal 27-30 Juli 2019, bertempat di satuan pendidikan yang memenuhi kelayakan sebagai tempat ujian yang ditetapkan oleh dinas pendidikan propinsi.

Mekanisme dan Prosedur Pendaftaran

  1. Calon peserta ujian SMA/MA, SMK/MAK sederajat dan Paket C/Ulya yang memperbaiki nilai UN mendaftar dengan mekanisme dan prosedur sebagai berikut:
    • Calon   peserta   mengakses informasi   pendaftaran   di   laman https://unp.kemdikbud.go.id untuk melihat sekolah yang ditunjuk sebagai pelaksana UNP.
    • Calon  peserta  mendaftarkan  diri  secara  langsung  ke  satuan pendidikan tempat pelaksanaan UNP yang dipilih.
    • Calon   peserta   menyerahkan   salinan   Ijazah   atau   Ijazah sementara, salinan SHUN atau SHUN sementara, dan pas foto terbaru ukuran 3×4 cm sebanyak 2 lembar.
    • Calon peserta memilih jadwal ujian, sesi ujian, dan mata ujian.
    • Calon peserta mengisi Surat Pernyataan kesediaan mengikuti UNP tahun 2019 yang disediakan, menempelkan materai, dan menandatanganinya di atas materai.
  2. Petugas   pendaftaran   pada   satuan   pendidikan melakukan verifikasi calon peserta dengan cara memeriksa keabsahan dan/atau kesesuaian:
    • Ijazah atau ijazah sementara/surat keterangan kelulusan;
    • SHUN/SHUN sementara dan nilai yang tertera pada SHUN;
    • pas foto, foto di ijazah dan SHUN, serta tampak diri peserta saat mendaftar.
  3. Petugas pendaftaran pada satuan pendidikan memasukkan data calon peserta pada laman yang disediakan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
    • login ke laman https://unp.kemdikbud.go.id menggunakan user dan password petugas;
    • memasukkan data nomor UN calon peserta UNP;
    • memasukkan  data  mata  ujian  yang  akan  ditempuh  oleh peserta, mata ujian yang dimasukkan adalah mata ujian yang akan diperbaiki saja;
    • memasukkan jadwal ujian, sesi ujian, mata ujian yang dipilih peserta;
    • meminta peserta untuk mengisi dan menandatangani surat pernyataan bermeterai;
    • mencetak kartu peserta UNP;
    • menempel  pas  foto  dan  membubuhkan  stempel  sekolah pada kartu peserta ujian;
    • menandatangani kartu peserta UNP; dan
    • menyerahkan kartu peserta UNP ke peserta.
  4. Peserta login ke laman https://unp.kemdikbud.go.id menggunakan user dan password yang tercantum di kartu peserta ujian, untuk:
    • mengecek kesesuaian data di laman tersebut;
    • melengkapi informasi surel/email dan/atau nomor HP.

Peserta UN-Perbaikan akan diberikan Sertifikat Hasil Ujian Nasional Perbaikan (SHUNP) yang sah dan diakui secara nasional setara dengan Sertifikat Hasil Ujian Nasional (SHUN), apabila nilai yang diperoleh lebih rendah dari nilai ujian nasional yang tertuang dalam SHUN, maka yang akan diambil adalah nilai ujian sebelumnya atau nilai tertinggi yang diperoleh siswa.

untuk informasi lebih detail silahkan kunjungi  https://unp.kemdikbud.go.id

– admin –

SMA Negeri 3 Pasuruan menuju sekolah Zonasi

SMA Negeri 3 Pasuruan menuju sekolah Zonasi, salahsatu langkah meruntuhkan paradigma sekolah alternatif

 

SMAN 3 Pasuruan di tunjuk menjadi sekolah Zonasi, berita yang tidak disangka-sangka mengejutkan barangkali !!!. Bagaimana tidak, SMAN 3 yang masih dibilang sekolah, sekolah yang didukung siswa yang dibiarkan di SMA Negerijika masa PPDB, Sekolah yang alternatif, dan mungkin lebih banyak lagi sebutannya, yang pada akhirnyadianggapsebagaisekolahberkualitas lebih tinggijika disbanding dengan SMA Negeri yang ada di Kota Pasuruan.

Mengapa semua begitu terkejut, … Guru, Pengawas, kepala sekolah bahkan mungkin cabang dinas pendidikan. Ya, mungkin karena seperti yang dijelaskan diatas.Secara alamiah, Tentunya semua banyak bertanya-tanya, KENAPA ??? … ..Bahkan bisa jadi ada yang bernegatif thingking seiring ditunjuknya SMA 3 menjadi sekolah Zonasi.

Agar kita tidak berandai – andai apalagi sampai bernegatif thingking, mari kita cari tahu dulu apa itu sekolah zonasi, tentu banyak kriteria untuk dijadilkan sekolah zonasi.

Sekolah Zonasi adalah sekolah yang memenuhi syarat SNP (Standar Nasional Pendidikan) dan yang telah melakukan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), mengembangkan praktik baik dalam penperbaikan mutu berkelanjutan, melakukan inovasi, dan berprestasi baik akademik, selain akademik, serta melibatkan pertanyaan yang didiskusikan di sini.

Nah, dengan kita tahu sekelumit tentang sekolah zonasi tentunya kita bisa membaca dan menyebabkan kondisi SMA negeri 3 dalam kinerjanya melakukan pelayanan publik dibudang pendidikan yang menangani pemerintah publik.

Apa esensinya bagi kita Civitas Akedemik SMA 3, … Kita wajib berbangga dengan kondisi kita, dan tidak bangga saja tapi bagaimana lebih bergiat lagi sehingga kepercayaan atas ditunjuknya jadi sekolah Zonasi merupakan bukti dari kualitas kita. dan tentunya sedikit demi sedkit akan membuat masyarakat mengerti akan kita dan pada akhirnya akan meruntuhkan paradigma sekolah alternative yang selama ini selalu melekat di sekolahkita.

Salam SMArT Satiti ……

 

Oleh

Moch. Sulaiman

Ketentuan Pagu Sekolah PPDB Jatim 2019 SMAN 3 Kota Pasuruan

Untuk melihat pagu tiap sekolah silakan mengunjungi menu pagu pada halaman tiap kota

Pagu Calon Peserta Didik Baru

  1. Kuota Pada jalur Zonasi 90% (Sembilan puluh persen) dari total jumlah keseluruhan pagu, terdiri dari
      • 20 % merupakan kuota keluarga tidak mampu termasuk di dalamnya anak panti asuhan, 5 % anak dari keluarga buruh.
      • 50 % berdasarkan Zona, bertujuan memberi kesempatan bagi siswa yang berdomisili di area zona yang telah ditentukan, termasuk didalamnya penyandang disabilitas pada satuan pendidikan yang menyelenggarakan layanan inklusi.
      • 20 % berdasarkan prestasi akademis dari Nilai Hasil Ujian Nasional, yang bertujuan memberi kesempatan bagi siswa untuk dapat memilih sekolah yang diinginkan dalam zona, di dalamnya terdapat 2% pada wilayah irisan antar kab/kota
  2. Kuota Jalur Prestasi 5% dari pagu sekolah, terdiri dari 3% Prestasi Lomba Akademik/Non Akademik dan 2% Prestasi Nilai Ujian Nasional
  3. Kuota Jalur Perpindahan Tugas Orang Tua 5% dari pagu sekolah
  4. Pagu untuk sekolah penyelenggara pendidikan inklusif adalah paling banyak 3 (tiga) kursi pada setiap rombongan belajar atau sesuai dengan tingkat kesulitan peserta didik.
  5. Pagu calon peserta didik baru paling banyak 36 peserta didik dalam 1 (satu) rombel.
  6. Jumlah rombongan belajar dalam satuan pendidikan ditentukan sesuai dengan kapasitas sarana prasarana sekolah secara proporsional serta sesuai perundangan yang berlaku.

Jadwal Pelaksanaan PPDB Jatim 2019

No Kegiatan Tanggal Jam Tempat & Keterangan
1 Pengambilan PIN/Tes Kesehatan 27 Mei – 20 Juni 2019 Jam Kerja SMA/SMK Negeri
2 PPDB Jalur Prestasi, Perpindahan Tugas Orang Tua, Inklusi, Keluarga Tidak Mampu
Pendaftaran 11 Juni – 13 Juni 2019 08.00 – 14.00 WIB SMA/SMK Negeri
Verifikasi dan validasi 14 – 15 Juni 2019 Panitia SMA/SMK Negeri
Pengumuman 17 Juni 2019 08.00 Panitia SMA/SMK Negeri
Daftar Ulang 17 – 18 Juni 2019 08.00 – 15.00 WIB SMA/SMK Negeri
3 PPDB Jalur Zonasi/Reguler
Latihan 27 Mei – 15 Juni 2019 24 Jam Internet Online
Pendaftaran 17 – 20 Juni 2019 24 Jam Internet Online
Penutupan Pendaftaran 21 Juni 2019 00.00 Internet Online
Pengumuman 21 Juni 2019 01.00 WIB Internet Online
Daftar Ulang 21 – 22 Juni 2019 08.00 – 15.00 WIB SMA/SMK Negeri

Prosedur PPDB Jatim 2019

Prosedur

Sekolah Menengah Atas (SMA)

  1. Telah lulus SMP, SMP Terbuka, SMPLB dan MTs, memiliki Ijazah dan STL/STK atau Surat Keterangan Lulus dari sekolah (disertai nilai ujian nasional) untuk lulusan pada tahun pelajaran 2018/2019 dan sebelumnya.
  2. Program Paket B memiliki ijasah dan STL Program Paket B Setara SMP Lulus pada tahun pelajaran 2018/2019 dan sebelumnya.
  3. Berusia maksimal 21 tahun pada saat awal tahun pelajaran 2019/2020 (tanggal 2 Juli 2019).
  4. Tidak sedang terlibat dalam tindak pidana, narkoba.
  5. Tidak bertato dan/atau bertindik.

Sekolah Menengah Kejurusan (SMK)

  1. Pendaftaran tidak berlaku sistem zonasi.
  2. Telah lulus SMP, SMP Terbuka, SMPLB dan MTs, memiliki Ijazah dan STL/STK atau Surat Keterangan Lulus dari sekolah (disertai nilai ujian nasional) untuk lulusan pada tahun pelajaran 2018/2019 dan sebelumnya.
  3. Program Paket B memiliki ijasah dan STL Program Paket B Setara SMP Lulus pada tahun pelajaran 2018/2019 dan sebelumnya.
  4. Berusia maksimal 21 tahun pada saat awal tahun pelajaran 2019/2020 (tanggal 2 Juli 2019).
  5. Tidak sedang terlibat dalam tindak pidana, narkoba.
  6. Tidak bertato dan/atau bertindik.
  7. Memenuhi syarat sesuai dengan ketentuan spesifik bidang/program keahlian di sekolah yang dituju.
  8. Pembentukan kelas industri dapat dilakukan setelah pelaksanaan PPDB dan dilakukan di sekolah masing masing dan tidak boleh menambah pagu.
  9. Persyaratan Khusus:
    • Calon peserta didik baru tidak boleh buta warna untuk bidang keahlian:
      1. Teknologi dan Rekayasa
      2. Teknologi Informasi dan Komunikasi
    • Calon peserta didik baru untuk bidang keahlian Akomodasi Perhotelan tinggi badan paling rendah 155 cm untuk putri dan paling rendah 160 cm untuk putra.

Ketentuan PPDB Jatim 2019

Ketentuan PPDB Jatim 2019

  1. Calon peserta didik baru berusia paling tinggi 21 (dua Puluh Satu) tahun pada tanggal 2 Juli tahun berjalan (2019) dengan dibuktikan akta kelahiran atau surat keterangan lahir yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang.
  2. Bagi sekolah yang menyelenggarakan pendidikan khusus, pendidikan layanan khusus, sekolah yang berada di 3 T (tertinggal, terdepan, dan terluar) dapat melebihi persyaratan batas usia dalam pelaksanaan PPDB.
  3. Calon peserta didik baru harus memiliki surat keterangan lulus atau bentuk lain yang sederajat terkecuali bagi calon peserta didik yang berasal dari Sekolah di luar negeri.
  4. Persyaratan SHUN dikecualikan bagi peserta didik penyandang disabilitas di sekolah penyelenggara layanan inklusi.
  5. Calon peserta didik baru harus mempertimbangkan zona tempat tinggal dengan sekolah tujuan.
  6. Calon peserta didik baru hanya diizinkan mendaftar sekali, dan setelah terdaftar tidak dapat mencabut kembali untuk setiap jalur pendaftarannya.
  7. Calon peserta didik baru harus memiliki PIN yang dapat diambil di SMA/SMK Negeri terdekat.
  8. Calon peserta didik baru hanya dapat memilih 1 (satu) satuan pendidikan tujuan saja yaitu SMA atau SMK.
  9. Penerimaan peserta didik baru di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Tahun 2019 pada SMA, SMK, dan SLB tidak dipungut biaya.
  10. Calon peserta didik baru yang diterima di sekolah tujuan wajib mengikuti pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah, termasuk ketentuan peraturan sekolah yang ditetapkan oleh masing-masing sekolah.
  11. Calon peserta didik yang diterima di sekolah wajib membuat pernyataan tertulis setia pada Pancasila.
  12. Penetapan peserta didik baru dilakukan berdasarkan hasil rapat dewan guru yang dipimpin oleh kepala sekolah dan ditetapkan melalui keputusan kepala sekolah serta diketahui oleh Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten/Kota.
  13. Peserta didik baru yang telah diterima (lulus seleksi) wajib mendaftar ulang dengan menyerahkan tanda bukti pendaftaran sesuai jadwal yang ditentukan.
  14. Jika hasil verifikasi dinyatakan adanya pemalsuan dokumen maka peserta didik baru tersebut dinyatakan gugur/batal diterima di sekolah tersebut.
  15. Sanksi pengeluaran dari sekolah sebagaimana dimaksud diberikan berdasarkan hasil evaluasi dan verifikasi sekolah bersama komite sekolah dan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten/Kota yang dituangkan dalam berita acara.
  16. Calon peserta didik baru yang telah dinyatakan diterima tetapi tidak mendaftar ulang sesuai jadwal yang ditentukan, maka peserta didik baru tersebut dinyatakan mengundurkan diri.
  17. Untuk sekolah program keahlian tertentu yang memiliki kekhususan akan diperlakukan ketentuan tersendiri.
  18. Domisili calon peserta didik berdasarkan alamat Kartu Keluarga yang diterbitkan paling singkat 6 (enam) bulan sebelum pelaksanaan pendaftaran calon peserta didik baru/PPDB.
  19. Untuk Jalur Perpindahan Tugas Orang Tua, Jalur Keluarga Tidak Mampu di dalamnya termasuk keluarga buruh, dan jalur prestasi maka sekolah harus membentuk Tim Verifikasi yang bertugas memverifikasi dokumen pendaftar.
  20. Untuk jalur prestasi yang belum diverifikasi oleh provinsi (Dispora dan Dinas Pendidikan), maka Tim Verifikasi sekolah dapat melakukan verifikasi langsung terhadap dokumen yang dibawa oleh Calon Peserta Didik.
  21. Tim Verifikasi dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Kepala Sekolah dan diketahui oleh Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten/Kota.
  22. Untuk jalur inklusi, calon peserta didik hanya berhak mendaftar pada Sekolah yang telah ditetapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur sebagai sekolah penyelenggara pendidikan inklusi dalam wilayah Kabupaten/Kota. Daftar sekolah penyelenggara pendidikan inklusi terlampir.